Pada tahun 2016 lalu, hasil penelitian The World’s Most Literate Nation
yang dilakukan oleh Central Connecticut State University menempatkan
Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negara dengan tingkat literasi atau
minat baca rendah. Sama halnya hasil survey yang dilakukan oleh UNESCO
pada tahun 2011 lalu yang menunjukkan indeks tingkat membaca masyarakat
Indonesia hanya 0,001 persen. Yang artinya hanya 1 dari 1000 penduduk
atau masyarakat yang memiliki minat baca yang serius.
Salah satu
penyebab rendahnya minat baca yaitu kurangnya perpustakaan di daerah
pelosok dan juga belum meratanya distribusi buku bacaan ke berbagai
daerah pelosok. Meski demikian para pegiat literasi menyampaikan bahwa
sebenarnya anak-anak di daerah pelosok memiliki minat baca yang tinggi.
Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Duta Baca Baca Indonesia 2016-2020,
Najwa Shihab.
Tahun 2017 tepatnya tanggal 12 Februari, Sharing Book Company mengelar penggalangan buku bekas untuk didistribusikan ke daerah-daerah pelosok. sampai saat ini buku-buku bekas sudah terkumpul sebanyak 2790 buku. Sharing Book Company menampung semua jenis buku yang masih layak baca. rencananya buku-buku ini akan diklasifikasikan sesuia jenisnya kemudian akan langsung didistribusikan ke pelosok-pelosok melalui komunitas, Lembaga Swadaya Masyarakat, yayasan dan lain-lain.
Referensi :
https://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20170713153126-454-227656








0 komentar:
Posting Komentar